Shalat sunat tahajjud.

 Kembali


Yaitu :  shalat sunat yang dikerjakan pada waktu malam hari, waktunya setelah Shalat Isya’ sampai terbit fajar, sering pula disebut “ Shalatul Lail” (shalat malam). Shalat tahajjud sebaiknya dilakukan setelah tidur lebih dahulu, walaupun tidurnya baru sebentar.  Waktu yang paling utama adalah sepertiga malam terakhir.Jumlah raka’atnya dalam shalat tahajjud paling sedikit 2 raka’at dan paling banyak yaitu sebanyak banyaknya tidak terbatas.  
      Niatnya :  Usholli sunatat tahajjudi ro’ataini lillahi ta’aala.

      Surat  73  ayat   1 – 8 , 20
1. Hai orang yang berselimut (Muhammad),
2. bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari[19], kecuali sedikit (daripadanya),
3. (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit.
4. atau lebih dari seperdua itu. dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan.
5. Sesungguhnya Kami akan menurunkan kapadamu Perkataan yang berat.
6. Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan.
7. Sesungguhnya kamu pada siang hari mempunyai urusan yang panjang (banyak).
8. sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadatlah kepada-Nya dengan penuh ketekunan.
 -----------------------------------------------------------------------------------
[19] Sembahyang malam ini mula-mula wajib, sebelum turun ayat ke 20 dalam surat ini. setelah turunnya ayat ke 20 ini hukumnya menjadi sunat.
-------------------------------------------------------------------------------------
20. Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri (sembahyang) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersama kamu. dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu-waktu itu, Maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Quran. Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan  orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah; dan orang-orang yang lain lagi berperang di jalan Allah, Maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Quran dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. dan kebaikan apa saja yang kamu  perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai Balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. dan mohonlah ampunan kepada Allah; Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

          Surat  25  ayat  64
64. dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka[20].

      Surat   AL ISRA 17 : ayat  79
79.  Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.

          Surat  76  ayat   26
26. dan pada sebagian dari malam, Maka sujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang dimalam hari.
 ------------------------------------------------------------------------------
[20] Maksudnya orang-orang yang sembahyang tahajjud di malam hari semata-mata karena Allah.
--------------------------------------------------------------------------------

Waktu Pelaksanaan Sholat tahajjud

Tata Cara Shalat Tahajud dikerjakan setelah sholat isya’ hingga terbitnya fajar. Hal ini berdasarkan sebuah Hadist yang berasal dari Aisyah Radhiallahu anha yang menyatakan bahwa “Rasulullah shallallahu alaihi wasallam biasa mengerjakan shalat sebelas rakaat pada waktu antara selesai shalat isya sampai subuh. (HR. Muslim)

Waktu pelaksanaan sholat sunnah tahajjud terbagi menjadi 3 waktu, yaitu :

  • Waktu yang utama untuk melakukan sholat tahajjud adalah pada sepertiga malam yang pertama atau sekitar pukul 19 hingga pukul 22.
  • Waktu yang lebih utama untuk melaksanakan sholat sunnah tahajjud adalah pada sepertiga malam yang kedua atau sekitar pukul 22 hingga pukul 1 dini hari.
  • Dan waktu yang paling utama untuk melaksanakan sholat tahajjud adalah pada sepertiga malam yang ketiga (sepertiga malam terakhir) atau sekitar pukul 1 dini hari hingga masuknya waktu Shalat Fardhu yaitu Shalat Subuh.

Dari Abdullah bin Amr radhiallahu anhuma, bahwasannya Rasulullah sholallahu Alaihi Wassalam pernah bersabda :

إِنَّ أَحَبَّ الصِّيَامِ إِلَى اللَّهِ صِيَامُ دَاوُدَ وَأَحَبَّ الصَّلَاةِ إِلَى اللَّهِ صَلَاةُ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلَام كَانَ يَنَامُ نِصْفَ اللَّيْلِ وَيَقُومُ ثُلُثَهُ وَيَنَامُ سُدُسَهُ وَكَانَ يَصُومُ يَوْمًا وَيُفْطِرُ يَوْمًا

Artinya

Sesungguhnya puasa yang paling dicintai Allah adalah puasa Daud, sedangkan shalat yang paling disukai Allah adalah juga shalat Daud alaihissalam. Beliau tidur hingga pertengahan malam, kemudian bangun (untuk shalat lail) selama sepertiga malam, lalu kembali tidur pada seperenamnya (sisa malam). Dan beliau berpuasa sehari dan berbuka sehari.” (HR. Al-Bukhari)

Beberapa kalangan ulama menyatakan bahwa suatu ibadah sholat malam bisa dikatakan sebagai tahajjud apabila sholat tersebut dikerjakan setelah bangun tidur, meskipun tidurnya hanya sebentar. Akan tetapi para ulama yang lainnya menyatakan hal yang berbeda dimana untuk melakukan sholat tahajjud tidak harus diawali dengan tidur terlebih dahulu.

Perbedaan pendapat tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Dikerjakan Setelah tidur dan pada saat dini hari

Syarat sholat tahajjud harus dikerjakan setelah tidur dikemukakan oleh seorang ulama dari madzab Syafi’i yang bernama Ar- Rafi’i. Beliau menegaskan hal tersebut dalam sebuah bukunya yang berjudul As-Syahrul Kabir.

التَّهَجُّدُ يَقَعُ عَلَى الصَّلَاةِ بَعْدَ النَّوْمِ ، وَأَمَّا الصَّلَاةُ قَبْلَ النَّوْمِ ، فَلَا تُسَمَّى تَهَجُّدًا

Artinya “Tahajud istilah untuk shalat yang dikerjakan setelah tidur. Sedangkan shalat yang dikerjakan sebelum tidur, tidak dinamakan tahajud.”

Pendapat Ar-Rafi’i ini diperkuat dengan sebuah riwayat Katsir Bin Abbas, bahwasannya dari sahabat Al-Hajjaj bin Amr radhiyallahu ‘anhu, pernah berkata :

يَحْسَبُ أَحَدُكُمْ إذَا قَامَ مِنْ اللَّيْلِ يُصَلِّي حَتَّى يُصْبِحَ أَنَّهُ قَدْ تَهَجَّدَ ، إنَّمَا التَّهَجُّدُ أَنْ يُصَلِّيَ الصَّلَاةَ بَعْدَ رَقْدِهِ ، ثُمَّ الصَّلَاةَ بَعْدَ رَقْدِهِ ، وَتِلْكَ كَانَتْ صَلَاةُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Artinya

Diantara kalian menyangka ketika melakukan shalat di malam hari sampai subuh dia merasa telah tahajud. Tahajud adalah shalat yang dikerjakan setelah tidur, kemudian shalat setelah tidur. Itulah shalatnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.”

Dalam Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah, Abu Bakr Ibnul ‘Arabi mengatakan :

في معنى التهجد ثلاثة أقوال (الأول) أنه النوم ثم الصلاة ثم النوم ثم الصلاة، (الثاني) أنه الصلاة بعد النوم، (والثالث) أنه بعد صلاة العشاء. ثم قال عن الأول: إنه من فهم التابعين الذين عولوا على أن النبي صلى الله عليه وسلم كان ينام ويصلي، وينام ويصلي . والأرجح عند المالكية الرأي الثاني

Artinya

“ada 3 pendapat: pertama, tidur kemudian shalat lalu tidur lagi, kemudian shalat. Kedua, shalat setelah tidur. Ketiga, tahajud adalah shalat setelah isya. Beliau berkomentar tentang yang pertama, bahwa itu adalah pemahaman ulama tabi’in, yang menyandarkan pada ketarangan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidur kemudian shalat, kemudian tidur, lalu shalat. Sedangkan pendapat paling kuat menurut Malikiyah adalah pendapat kedua.

  1. Dikerjakan setelah shalat isya

Dalam Hasyiyah Ad-Dasuqi, sebagian ulama menyatakan bahwa sholat tahajjud merupakan sholat sunnah yang dikerjakan setelah sholat isya’, baik itu dilakukan sebelum maupun setelah tidur. Menurut mereka tahajjud memiliki arti mujanabatul hajud atau menjauhi tempat tidur, dan semua sholat malam bisa dikatakan sebagai sholat tahajjud apabila dikerjakan setelah bangun tidur atau pada saat orang-orang telah tertidur.

Pendapat ini berdasarkan sabda Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalah berikut :

أفشوا السلام، وأطعموا الطعام، وصلوا الأرحام، وصلوا بالليل والناس نيام تدخلوا الجنة بسلام

Artinya

Sebarkanlah salam, berilah makanan, sambung silaturahmi, dan kerjakan shalat malam ketika manusia sedang tidur, kalian akan masuk surga dengan selamat. (HR. Ahmad, Ibnu Majah)

Jumlah Rakaat Sholat Tahajjud

Sholat tahajjud memiliki jumlah raka’at yang paling sedikit adalah 2 raka’at dan jumlah raka’at yang paling banyak adalah tidak terbatas, artinya sholat tahajjud bisa dikerjakan dengan jumlah rakaat paling sedikit 2 raka’at atau sesuai dengan kemampuan.

Hal ini sesuai dengan sabda Nabi Sholallahu Alaihi Wassalam:

Amalan yang disukai oleh Allah, adalah yang terus menerus (istiqamah) walaupun sedikit (HR. Bukhari dan Muslim)

Aisyah radhiallahu anha pernah berkata :

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَامَ مِنْ اللَّيْلِ لِيُصَلِّيَ افْتَتَحَ صَلَاتَهُ بِرَكْعَتَيْنِ خَفِيفَتَيْنِ

Artinya

Jika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bangun di malam hari untuk menunaikan shalat malam, biasanya beliau memulai shalatnya dengan dua rakaat ringan.” (HR. Muslim)

Rasulullah Sholallahu Alaihi wasalam pernah mengerjakan sholat malam sebanyak 11 raka’at termasuk di dalamnya Shalat Witir. Ini sesuai dengan sebuah hadist yang berasal dari Aisyah radhiallahu anha :

مَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَزِيدُ فِي رَمَضَانَ وَلَا فِي غَيْرِهِ عَلَى إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً يُصَلِّي أَرْبَعًا فَلَا تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ ثُمَّ يُصَلِّي أَرْبَعًا فَلَا تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ ثُمَّ يُصَلِّي ثَلَاثًا.

فَقَالَتْ عَائِشَةُ: فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَتَنَامُ قَبْلَ أَنْ تُوتِرَ؟ فَقَالَ: يَا عَائِشَةُ إِنَّ عَيْنَيَّ تَنَامَانِ وَلَا يَنَامُ قَلْبِي

Artinya

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengerjakan shalat (lail) baik di dalam bulan ramadhan maupun di luar ramadhan tidak pernah lebih dari 11 rakaat. Beliau memulai dengan mengerjakan 4 rakaat, kamu tidak usah menanyakan bagaimana baik dan panjangnya shalat beliau. Setelah itu beliau kembali mengerjakan 4 rakaat, kamu tidak usah menanyakan bagaimana baik dan panjangnya shalat beliau. Kemudian beliau shalat tiga rakaat.”
Aisyah berkata: Lalu aku bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah anda tidur sebelum witir?” Beliau menjawab, “Wahai Aisyah, sesungguhnya kedua mataku memang tidur namun hatiku tidak.”
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Tata Cara Sholat Tahajjud

Adapun pelaksanaan sholat sunnah tahajud adalah sama seperti sholat-sholat pada umumnya. Jika seseorang ingin melaksanakan sholat tersebut lebih dari 2 raka’at maka sebaiknya dikerjakan dua rakaat satu kali salam. Hal ini berdasarkan hadits ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma yang diriwayatkan oleh Al-Bukhary dan Muslim yang menyatakan bahwasannya Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa‘ala alihi wa sallam bersabda : “Sholat malam dua (raka’at) dua (raka’at)”

  1. Niat Sholat Tahajjud

Adapun bacaan niat sholat tahajjud adalah :

أُصَلِّي سُنّةَ التَهَجُدِ رَكْعَتَيْنِ ِللَهِ تَعَاليَ

       “USHOLLI SUNNATAT TAHAJJUDI RAK’ATAINI LILLAHI TA’ALAA.”

         Artinya “Aku niat sholat sunnat tahajjud dua raka’at karena Allah Ta’alaa.”

  1. Bacaan dalam sholat tahajjud

Dalam kitab Qiyamu Ramadhan, Syaikh Albany pernah mengatakan bahwa:

Adapun bacaan dalam sholat lail pada Qiyam Ramadhan dan selainnya, maka Nabi shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam tidak menetapkan suatu batasan tertentu yang tidak boleh dilampaui dengan bentuk tambahan maupun pengurangan. Kadang beliau membaca pada setiap raka’at sekadar “Ya Ayyuhal Muzzammil” dan ia (sejumlah) dua puluh ayat dan kadang sekadar lima puluh ayat.”

Jadi dapat disimpulkan bahwa dalam melaksanakan sholat sunnah seperti sholat tahajjud, tidak ada kewajiban bagi si pelaksana sholat untuk membaca ayat-ayat tertentu setelah bacaan Al-Fatihah, baik pada raka’at pertama maupun raka’at-raka’at selanjutnya. Cukup dengan membaca ayat-ayat Al-qur’an yang kita hafal saja.

  1. Bacaan Do’a setelah melaksanakan sholat Tahajjud

Untuk do’a-do’a yang dibaca ketika telah selesai mengerjakan sholat sunnah tahajjud sebaiknya diambil dari ayat-ayat Al-Qur’an maupun hadist, seperti :

رَبَّنَا أَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Artinya “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan hidup di dunia dan kebaikan hidup di akhirat, dan jagalah kami dari siksa api neraka.”

بِسْمِ اللهِ الرَحْمن ِالرَحيم اَلَلهُم لكَ الحَمْدُ أنتَ قَيِّمُ السَمَواتِ وَالأرِض ومَنْ ِفيهِنَ ولَكَ الحَمْدُ أَنْتَ نُورُ السَمَواتِ وَالأرِض ومَن فَيهنَ ولَكَ الحمدُ أنت الحقُ وَوَعْدُكَ الحقُ ولِقاءُكَ حَقٌ وقَولُكَ حَقٌ والجنةُ حقٌ والنارُ حَقٌ والنَبَيونَ حقٌ

ومحمدٌ صلي الله عليه وسلم حَقٌ والسَاعَةُ حَقٌ اللهم لَكَ أَسْلَمْتُ وَبِكَ أَمَنْتُ وَعَليكَ تَوَكَلتُ وَإلَيْكَ أَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَلَكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْليِ مَا قَدَّمْتُ وما أَخَّرْتُ وما أَسْرَرْتُ وَما أَعْلَنْتُ وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُبِهِ مِنيِ أَنْتَ الُمقَدِّمُ

وَأَنْتَ الُمؤَخِّرُ لَاإلَهَ إلا أَنْتَ وَلاَ حَوْلَ وَلا قُوّةَ إلا بالله

Artinya

Wahai Allah! Milik-Mu lah segala puji. Engkaulah penegak dan pengurus langit dan bumi serta makhluk yang ada di dalamnya. Milik-Mu lah segala puji. Engkaulah penguasa (raja) langit dan bumi serta makhluk yang ada di dalamnya. Milik-Mu lah segala puji. Engkaulah cahaya langit dan bumi serta makhluk yang ada di dalamnya. Milik-Mu lah segala puji. Engkaulah Yang Hak (benar),janji-Mu lah yang benar, pertemuan dengan-Mu adalah benar, perkataan-Mu benar, surga itu benar (ada), neraka itu benar (ada), para nabi itu benar, Nabi Muhammad saw itu benar, dan hari kiamat itu benar(ada). Wahai Allah! Hanya kepada-Mu lah aku berserah diri, hanya kepada-Mu lah aku beriman, hanya kepada-Mu lah aku bertawakkal hanya kepada-Mu lah aku kembali, hanya dehgan-Mu lah kuhadapi musuhku, dan hanya kepada-Mu lah aku berhukum. Oleh karena itu ampunilah segala dosaku, yang telah kulakukan dan yang (mungkin) akan kulakukan, yang kurahasiakan dan yang kulakukan secara terang-terangan, dan dosa-dosa lainnya yang Engkau lebih mengetahuinya daripada aku. Engkaulah Yang Maha Terdahulu dan Engkaulah Yang Maha Terakhir. tak ada Tuhan selain Engkau, dan tak ada daya upaya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.” 

  1. Bacaan Dzikir

Setelah membaca do’a- do’a tersebut di atas, maka sebaiknya untuk memperbanyak membaca istighfar, yaitu :

اَسْتَغْفِرُاللهَ الّذِيْ لاَ اِلَهَ اِلَّا هُوَ الحَيُّ القَيُّوّمُ وَاَتُوْبُ اِلَيْهِ

Artinya

Aku meminta pengampunan kepada Allah yang tidak ada tuhan selain Dia Yang Maha Hidup dan Berdiri Sendiri dan aku bertaubat kepadanya.”

Sedangkan bacaan istighfar yang lengkap yang diajarkan oleh Baginda Rosul Sholallahu Alaihi Wassalam adalah :

للَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ

وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ

عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ

Artinya

Ya Allah Engkau adalah Tuhanku, Tidak ada sesembahan yang haq kecuali Engkau,Engkau yang menciptakanku, sedang aku adalah hamba-Mu dan aku diatas ikatan janji -Mu dan akan menjalankannya dengan semampuku, aku berlindung kepadamu dari segala kejahatan yang telah aku perbuat, aku mengakui-Mu atas nikmat-Mu terhadap diriku dan aku mengakui dosaku pada-Mu, maka ampunilah aku, sesungguhnya tiada yang mengampuni segala dosa kecuali Engkau.”